Sunday, February 03, 2008

DOTM Random Notes: That girl made the rest of us like pussies!



Sesi rekaman pertama kami di studio sebagai Dance Over The Music. Kita ambil jadwal 2 shift sekaligus di Studio 41, waktu itu masih di daerah Riung Bandung. Cukup jauh sih dari basecamp kita, tapi studio itu juga udah banyak merekam band-band lain termasuk b
and favorit kita, Pure Saturday!

Agenda kita hari itu hanya merekam instrumen bass & gitar, tapi sekaligus untuk 2 lagu, yaitu Nonsense Advices dan Apostrov. Sebelum hari H, kita kesana loading alat-alat dulu. Kita berterima kasih udah dipinjemin beberapa alat milik teman kita dari band ZU, yaitu Mesa Boogie Triple Rectifier Head+Cab, Phil Jones Bass Head+Cab, Fender Stratocaster dan
Fender Jazzbass. Ada minjem juga gitar Epiphone Dot milik temannya Monty (sori, gue lupa namanya). OK, kita ngaku.. saat itu kita ngga punya alat-alat yang qualified buat rekaman hehehe. Who cares, right?



First we lay out the bass sound to create the groove. Jadi, sesi rekaman dimulai dari Upit sebagai bassist. Oya, sebelum berangkat ke studio pas hari H, jari kiri Upit kejepit pintu mobil!!! Gila! Kita sempet panik, pasti Upit nggak bisa perform hari itu. Tapi justru dia malah yakin tetep bisa main meski jarinya dibalut. Bayangkan, jari-jari masih diperban tapi harus nekan senar bass yang gede itu! That girl made the rest of us like pussies

Setelah Upit selesai ‘bertarung’ dengan bass-nya. Next up, Monty. Gitaris yang cukup handal.. tidak butuh waktu lama buat ngerekam semua part-partnya. Berbeda dengan Ale yang sempat stress karena butuh waktu lebih dari 2 jam hanya untuk merekam part gitarnya sekitar 20 detik! Sepertinya ada batas tipis antara perfeksionis dan kurang latihan hahaha. Beruntung kita dibantu oleh Yoni, seorang sound-engineer handal dan bijak.

Suara synth & drums kita hasilkan dari software. Sebenarnya ada keinginan kita untuk merekam drum electric Roland TD-6 milik kita. Tapi saat itu kondisinya kurang memungkinkan. Kita pikir sementara lebih efisien memakai sample untuk drums. Untuk rekaman lagu-lagu lainnya nanti pasti kita pake.



Sesi rekaman kedua, kita gunakan untuk ngerekam
vocalnya si Gemi. Dibantu juga oleh teman kita Arum untuk backing vocal, yang langsung kita budidayakan setelah dia ditolak menjadi Indonesian Idol beberapa tahun lalu hahaha. Jadwal 2 shift itu cukup lancar. Gemi pun cukup sabar menerima semua masukan dari kita, khususnya dari mantan manager kita waktu itu, Yukie yang cukup cerewet masalah intonasi dan artikulasi (maklum mantan penyiar radio hehehe). Tapi kita bisa dapetin semua materi vokal untuk 3 lagu sekaligus. Tapi sayang salah satu lagu kandas ditengah jalan. Hey, masih mungkin aja untuk versi B-Side kan?



Kunjungi http://www.myspace.com/dotmtheband

Thanks to: Erick & Chika, Yukie, Arum, and all of the Studio 41 crews

0 Comments:

Post a Comment

<< Home